header kapan nulis oz

Ibuk Oz dan Inner Child

Konten [Tampil]

            Sampai kemarin, ibuk Oz masih mengawang-awang mengenali si inner child. Selama ini, ibuk Oz hanya tahu bahwa inner child ini adalah trauma masa kecil, ternyata tidak sesederhana itu mendeskripsikannya. Setelah mendapatkan materi dari Dandiah Care dengan pemateri ibu Diah Mahmudah dan Pak Dandi Birdy yang diselenggarakan Komunitas ISB secara daring, kini ibuk Oz mulai memahami apa itu inner child.

            Ibuk Oz sangat bersyukur Komunitas ISB menggelar webinar yang membahas mengenai inner child. Sebelumnya ibuk Oz jelaskan dulu nih, kenapa kali ini ibuk Oz bahas mengenai inner child. Jadi, Sudah hampir 2 minggu lebih ibuk Oz mengikuti Tridop dari Komunitas ISB, setiap tiga hari sekali kami ditantang untuk menulis dengan tema yang telah ditentukan, jadi pada tantangan kali ini ada tema tentang inner child

            Berhubung begitu banyak pendapat dan informasi yang simpang siur mengenai tema ini dan jika dibiarkan membahas tema ini tanpa ilmu, takutnya malah menjadi artikel yang menyesatkan. Jujur ibuk Oz cukup blank jika harus menulis tema inner child, kan gak mungkin ibuk Oz sok-sok-an paham eh ternyata malah menjerumuskan pembaca.  

            Maka pendiri Komunitas ISB, Teteh Ani Bertha berinisiatif untuk mengundang ahli yang paham betul dengan tema tersebut yaitu Ibu Diah dan Pak Dandi dari Dandiah Center, sehingga pada hari Sabtu, 19 Maret 2022 yang lalu kami berkesempatan untuk dapat hadir secara daring mendengarkan penjelasan beliau mengenai tema inner child.


Inner Child dan Pengasuhan

            Menurut ibu Diah, tema inner child ini adalah tema yang dibutuhkan baik calon ayah atau ibu maupun yang sudah menjadi orang tua dalam mengasuh si buah hati. Kenapa inner child berkaitan erat dengan pola asuh anak? Yuk simak penjelasannya berikut ini. Berdasarkan penjelasan ibu Diah, dalam psikologi; 

Inner child diartikan sebagai pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik. Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi inner child yang dihasilkan oleh pengalaman positif dan negatif yang dialami masa lalu
~John Bradshaw, 1990~

            Berdasarkan pengertian di atas, ibuk Oz dapat menyimpulkan bahwa inner child ini didapatkan dari pengalaman yang terjadi di masa lalu, pengalaman ini berkaitan erat dengan apa yang kita peroleh dari lingkungan sekitar. Lingkungan yang paling erat dengan kita adalah keluarga, bagaimana cara kita dididik, diasuh dan dibesarkan akan membentuk pola asuh yang akan diduplikasi dan polanya akan diulang kembali ketika menjadi orang tua.


Luka Pengasuhan

            Dalam pemaparan ibu Diah, ternyata dalam pengasuhan banyak memberikan luka pada buah hati, luka ini bisa jadi berasal dari pengalaman masa lalu yang belum selesai sehingga terbawa sampai menjadi orang tua. Lalu bagaimana cara kita mengenali luka dalam pengasuhan yang dirasakan? Ibu Diah memaparkan bahwa di dalam diri ada 3 ego state:

  1. Child Ego State   : Free child, adaptive child, maladaptive child
  2. Adult Ego State   : Rational, Realistic
  3. Parent Ego State  : Critical or/and punishment parent and nurture parent

~Eric Berne, 1990~

            Dari ketiga ego di atas, terkadang kita tidak bisa dengan tepat menggunakannya sesuai dengan yang dibutuhkan karena pengasuhan dari orang tua di masa lalu. Ibu Diah menceritakan bahwa ada seorang kliennya yang sama sekali tidak bisa  menunjukkan sisi bahagianya karena sejak kecil ia selalu dinasehati dengan petuah-petuah yang serius, sehingga berpengaruh pada dirinya hingga dewasa. 

            Ada pula yang pasangan/suaminya yang senang main, jika tidak kerja ke kantor ia akan melakukan touring nah, menurut ibu Diah kliennya itu terlalu menggunakan sisi happy atau bebasnya sehingga bisa menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Masalah yang terjadi dalam rumah tangga ini dapat menyebabkan diri kita menjadi marah, lalu melampiaskan pada buah hati yang meninggalkan luka dalam pengasuhan terulang kembali, kemudian diduplikasi oleh si anak ketika kelak ia menjadi orang tua.

            Menurut penjelasan ibu Diah luka pengasuhan dilihat dari perspektif islam terjadi karena ada hak yang tidak dipenuhi oleh orang tua kepada anak seperti :

  1. Hak untuk hidup dan tumbuh berkembang
  2. Hak untuk mendapatkan perlindungan dan penjagaan dari siksa api neraka
  3. Hak untuk mendapatkan nafkah dan kesejahteraan
  4. Hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran
  5. Hak mendapatkan keadilan dan persamaan derajat
  6. Hak mendapatkan cinta kasih
  7. Hak bermain

Memulihkan Diri

            Lalu bagaimana cara memulihkan diri dari luka pengasuhan? Menurut ibu Diah, cara untuk memulihkan diri adalah dengan ilmu yaitu Ilmu Self Healing Therapy (agar dapat keluar dari zona mental korban), The Power of Forgiveness (Memaafkan untuk membersihkan jiwa dari ragam penyakit hati), dan Anger management (Meraih stabilitas  emosi yang baik). Dari ketiga ilmu untuk memulihkan diri dari luka pembasuhan di atas sobat Oz bisa melihat pola bahwa yang harus segera mendapatkan penangan adalah diri kita. Kita harus mau memulihkan diri agar pola luka pengasuhan ini bisa terputus.

            Meskipun orang tua memiliki andil dalam luka pengasuhan pada diri kita, namun untuk memulihkan diri adalah tanggung jawab diri sendiri sama halnya dengan cara memulihkan diri yang diadopsi oleh Dandiah Care dengan cara Kuratif dan Preventif. Pertama-tama mereka akan memberikan pemulihan jiwa yang terluka dengan diberikan ilmu Self Healing Therapy dan kemudian melakukan pencegahan agar luka pengasuhan berhenti di kita.


            Ibuk Oz dan Inner Child

gambar ibuk oz dan inner child


            Setelah 20 menit mendengarkan pemaparan materi tentang inner child dari Dandiah Care, tiba-tiba ibuk Oz meneteskan air mata. Ingatan tentang masa kecil dan luka pengasuhan itu muncul tiba-tiba. Apalagi ketika Ibuk Oz mendengarkan kalimat yang serasa menampar wajah yaitu "meskipun orang tua memiliki andil dalam luka pengasuhan pada diri kita, namun untuk memulihkan diri adalah tanggung jawab diri sendiri, agar luka pembasuhan itu bisa berhenti pada diri kita, maka untuk memulihkan diri adalah dengan ilmu". 

            Basuh jiwa dengan ilmu Self Healing Therapy, setelah jiwa dan hati sudah bersih dari zona mental korban, yang dilakukan berikutnya adalah langkah preventif yaitu pencegahan agar luka pembasuhan berhenti pada kita. 

            Semoga kita dapat memulihkan diri dan membasuh luka inner child agar generasi yang akan datang adalah generasi yang penuh cinta, maaf dan bahagia.

            Ibuk Oz sepertinya membutuhkan ilmu untuk membasuh luka pengasuhan dan inner child, agar dapat menjadi orang tua yang penuh cinta, maaf dan bahagia kelak. Yuk follow akun @dandiahcare dan @dandiahconsultant untuk bisa dapatkan workshop self healing therapy dan buku membasuh luka pengasuhan. Baiklah, semoga tulisan ini bermanfaat dan ibuk Oz tutup dengan sebuah quote yang sangat menyentuh hati dan memberikan semangat untuk memulihkan diri.

 

gamabr membasuh luka pengasuhan


Mairoza HR
Eoseo Osibsio Selamat Datang di Blog Kapan Nulis, Oz? Dalam blog ini Sobat, Oz akan mendapatkan informasi tentang aneka Review, tips dan trik, tutorial dan beberapa pikiran receh saya lainnya. Saya adalah seorang Ibu Rumah tangga yang nyambi jadi Guru Bahasa Inggris, blogger dan soon to be a youtuber. Ingin Kerjasama? Silahkan kontak email saya ya...

Related Posts

Posting Komentar