header kapan nulis oz

Kenapa saya harus menulis?

Posting Komentar
Konten [Tampil]

            Siapa yang hari ini merasa semangat menulisnya mulai kendor? Coba yang di pojokan angkat tangan? Baiklah, jika sebelumnya Kapan Nulis Oz udah pernah membagikan Tips tentang cara menemukan alasan Blogging dan agar istiqomah 4 bulan yang lalu maka ini saatnya saya akan membagikan alasan kenapa saya harus menulis. Saya yakin dan percaya bahwa menemukan alasan untuk menulis itu harus terus diperbaharui, karena sebagai manusia yang hatinya sangat mudah dibolak-balikkan semangat menulis kadang up kadang down. 

5 Cara Ampuh Memperbaharui Alasan Menulis

Tanyakan pada Relung Hati yang Terdalam, apakah tujuan dalam menulis sudah tercapai?


                Jika kembali mengingat alasan menulis sejak empat bulan yang lalu saya menjadi malu sendiri. saya mengira keinginan saya untuk menjadi manusia yang bermanfaat melalui tulisan, nyatanya hanyalah harapan belaka. Sampai detik ini rasanya tujuan itu belum terlaksana dengan maksimal karena saya masih belum konsisten dalam menulis, bagaimana dengan Sobat Oz? Apakah tujuan menulisnya sudah tercapai?



Cari tahu mengapa tujuan menulismu belum tercapai!


                Setelah menanyakan pada Relung hati yang terdalam, akhirnya saya menyadari sesuatu yang mungkin bisa jadi alasan mengapa tujuan menulis saya belum tercapai, yaitu saya belum menganggap menulis itu sebuah kebutuhan. Sama seperti beribadah, ketika menganggap sebuah kewajiban maka akan terasa berat, namun jika beribadah dianggap sebagai kebutuhan hati akan tergerak sendiri untuk beribadah, dan akan terasa ada yang kurang jika belum beribadah. Sama halnya dengan menulis, ketika menulis menjadi sebuah kebutuhan maka saya yakin Sobat Oz dan saya akan menulis apapun yang terjadi.


Bayangkan Rasanya ketika tujuan menulis tercapai


Saat menulis sudah menjadi kebutuhan dan konsisten menulis akan ada dalam genggaman, maka setiap tulisan akan bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Rasa bahagia tentunya akan menyelimuti hati Sobat Oz bukan, ketika tujuan menulis sudah tercapai. Hanya membayangkannya saja, saya sudah tersenyum-senyum sendiri dibuatnya.



Pikirkan lagi, apakah ada tindakan atau perilaku yang belum dilakukan agar tujuan menulis tercapai!


                Untuk dapat mencapai tujuan menulis, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Cara yang paling nyaman, cara yang paling tak biasa, cara yang tak banyak dilakukan orang lain. Saya merasa saya kurang berusaha dengan maksimal karena saya yakin bahwa untuk meraih sesuatu saya harus mengorbankan sesuatu pula. 


                Sebagai seorang guru, saya harus mengerahkan tenaga dan pikiran saya untuk memberikan pembelajaran yang menarik kepada peserta didik saya. Metode yang menyenangkan yang membuat mereka betah belajar bersama saya. Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut saya harus mengorbankan waktu istirahat saya untuk mempersiapkan pembelajaran tersebut.


                Agar tujuan menulis saya tercapai, maka saya harus mengatur waktu menulis terbaik saya. Saya seharusnya lebih banyak membaca buku agar wawasan saya untuk menulis bertambah, banyak membaca tulisan blog orang lain agar gaya menulis saya menjadi bervariasi.


Coba Pikirkan Pikiran atau fisiologis seperti apa yang dibutuhkan agar dapat merasakan perasaan bahwa tujuan menulis sudah tercapai!


                Menurut saya, selama ini, saya merasa menulis itu sebuah beban. Saya harus membuat kalimat pembuka yang bagus, yang bisa menarik pembaca untuk terus membaca tulisan saya, tulisan saya harus memiliki kesan intelektual, nanti tulisan saya ada yang baca atau tidak ya... dan bla, bla, bla, bla.... 


                Padahal tulisan yang ditulis dengan segenap perasaan rasanya adalah tulisan yang paling tulus dan pesannya pun sampai kepada pembaca. Saya harus menulis tanpa beban, saya tidak boleh menulis dengan perasaan tertekan, biarkan apa yang ada dalam pikiran dan hati tersampaikan melalui rangkaian kata, meskipun terkesan canggung, aneh dan gak jelas, tapi itu adalah tulisanmu, tulisan yang kau buat dengan sepenuh hati. Ya kan?


Kenapa Saya Harus Menulis?

 
gambar kenapa saya harus menulis?

                Bagaimana Sobat Oz? Apakah sudah menemukan kembali alasanmu menulis? Minimal kelima cara ampuh memperbaharui alasan menulis bisa memperkuat tujuan menulis. Nah, kali ini Sobat Oz akan saya ajak berkenalan dengan sebuah ilmu kepenulisan yang mungkin sudah familiar yaitu Content Writing. Akan tetapi saya masih belum terlalu familiar, yuk belajar sama-sama. Kenapa saya harus menulis, khususnya content writing.

                Bagi saya yang masih awam terhadap Content Writing sangat bersyukur sekali karena bisa bergabung dengan tantangan menulis 21 Day Content Writing. Melalui tantangan ini saya diajak untuk mencari tahu dan mengenal lebih dekat apa itu Content Writing.

Q: Apa yang kamu ketahui tentang content writing, apa tujuannya, dan mengapa banyak perusahaan yang membutuhkan content writer?
A: Menurut saya Content Writing adalah sebuah pekerjaan yang memerlukan keterampilan menulis yang menarik sehingga dapat mempengaruhi pembaca dengan tulisannya. Tujuan dari Content Writing adalah untuk menarik pembaca, terhadap suatu produk, berita ataupun kisah. Saya baru tahu bahwa content writing ini banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Mungkin sama seperti iklan, perusahaan butuh sebuah pencitraan yang bisa memperkenalkan produk yang dibuatnya atau pencitraan terhadap perusahaan itu sendiri.

Q: Menurutmu, apa indikator kesuksesan content writing?
A: Menurut saya indikator kesuksesan content writing adalah ketika tulisannya berada pada page 1 google dan banyak dibaca oleh pembaca.

Q: Apakah Content writer adalah sebuah profesi yang menjanjikan?
A: Jika banyak perusahaan yang membutuhkan content writer maka saya yakin bahwa content writer adalah sebuah profesi yang bisa menghidupi kebutuhan saya.

Q: Apa pertimbanganmu ketika menerima pekerjaan content writing?
A: Pertimbangan saya ketika menerima pekerjaan content writing adalah saya mengusai apa yang akan saya buat atau lakukan. Saya tidak terbebani dalam mengerjakannya dan memiliki cukup waktu untuk mengerjakannya atau deadline nya tidak terlalu mepet.

Q: Apa pendapatmu mengenai harga yang diterima oleh seorang content writer sebagai bayaran atas tulisannya?
A: Sebagai content writer yang profesional, saya harus menentukan rate card tulisan saya, karena ketika saya sudah menentukan harga berarti saya bertanggung jawab dalam tulisan yang akan saya buat. Content Writer itu pantas dibayar sesuai dengan kualitas tulisannya. 

Q: Mana yang kamu pilih, content writer generalist atau specialist?
A: Saya lebih memilih  content writing generalist, karena saya belum menemukan tulisan saya lebih cenderung dengan tema tertentu apa. Sebagai proses belajar menjadi content writing saya rasanya akan mencoba untuk menulis dari berbagai tema (generalist)

Q: Apa ketakutanmu dalam memulai karir sebagai content writer?
A: Memulai

Ternyata dengan menulis, ada banyak jenis karir yang bisa kita lakukan ya Sobat, Oz? Blogger, Copy writer, content writer, dan semuanya menjanjikan asalkan kita tekuni dengan sungguh-sungguh. Saya yakin dan percaya bahwa siapa yang tekun dan sungguh-sunggu maka akan berhasil.

Yuk, tunggu apa lagi, yuk mulai aja dulu menulis. Iya, saya juga . Nih, udah hampir selesai tulisannya.

Mairoza HR
Eoseo Osibsio Selamat Datang di Blog Kapan Nulis, Oz? Dalam blog ini Sobat, Oz akan mendapatkan informasi tentang aneka Review, tips dan trik, tutorial dan beberapa pikiran receh saya lainnya. Saya adalah seorang Ibu Rumah tangga yang nyambi jadi Guru Bahasa Inggris, blogger dan soon to be a youtuber. Ingin Kerjasama? Silahkan kontak email saya ya...

Related Posts

Posting Komentar