header kapan nulis oz

Review Train to Busan, Roller Coaster Kehidupan.

1 komentar
Konten [Tampil]

 

Review train to Busan, Roller Coaster Kehidupan
Review train to busan


            Pernah merasa di titik cobaan datang tak henti-henti menerpa hidupmu? Tak bisa bernapas sedetikpun karena masalah datang bertubi-tubi? Yuk sejenak kita melepas semua beban yang ada, lakukan hal-hal yang bisa membuat Sobat Oz happy, salah satunya bisa dengan menonton film kesukaan. Kapan Nulis Oz memiliki film rekomendasi nih, dijamin setelah menonton film ini Sobat Oz akan merasa bersyukur atas apa yang telah Sobat Oz lalui. Tapi sebelum menonton yuk baca dulu ulasan dari Kapan Nulis Oz, supaya semakin semangat menontonnya.

            Kali ini Kapan Nulis Oz akan me-review sebuah film korea dengan genre horor, Sobat Oz akan merasakan ketegangan, marah, takut dan terharu di setiap adegannya, judulnya adalah Train to Busan. 


train to busan kartun
Sumber : Google, diedit dengan sedikit sentuhan penulis

Judul : Train to Busan/For Busan/Busanhaeng
Sutradara : Yeon Sang-Ho
Penulis : Park Joo-Suk, Yeon Sang-Ho
Produser : Lee Dong-Ha, Kim Yeon-Ho
Cimathographer : Lee Hyung-Duk
Penayangan Dunia Pertama: Mei, 2016 (Film Festival Cannes)
Tanggal Rilis : 20 Juli 2016
Lama Penayangan : 118 menit
Genre : Action/Susenpense-Thriller/Train/Zombie/Award Winning
Distributor : Next Entertainment World
Bahasa : Korea
Negara : Korea Selatan

 
cast train to busan
Sumber : Google.com

Pemeran :
Gong-Yoo sebagai Seok-woo
Kim Su-an sebagai So-an
Jung Yu-mi sebagai Sung Kyung
Ma Dong-seok sebagai Sang-hwa
Ahn So-hee sebagai Jin-hee
Choi Woo-shik sebagai Young-gook
Kim Eui-sung sebagai Yong-suk

            Penghargaan banyak diraih oleh film ini loh Sobat Oz, di antaranya Penghargaan Teknikal dan Penghargaan Film Audien untuk Film Paling Populer pada Penghargaan Film Blue Dragon, 25 November 2016, lalu Penghargaan Aktor Pendukung Terbaik, Penghargaan Seni Rupa Film Yu Hyun-mok pada Penghargaan Film Buil, 7 Oktober 2016, kemudian Penghargaan FIlm Berbahasa Asing Terbaik pada Penghargaan Fangoria Chainsaw dan masih banyak lagi penghargaan lainnya.

            Film ini bermula dari sebuah truk melintasi sebuah kawasan yang mengalami kebocoran, tanpa sengaja menabrak mati seekor rusa namun anehnya rusa ini hidup kembali dan menjadi rusa zombi. Setelah itu semakin banyak orang-orang yang terinfeksi dan menjadi Zombi. Seok-woo bekerja sebagai manager keuangan, sedang mengalami masalah di kantor karena proyeknya bermasalah, bertepatan pada hari itu putri semata wayangnya So-an berulang tahun. Gadis itu meminta untuk bertemu dengan ibunya di Busan, akhirnya Seok-woo memenuhi janji untuk mengantar putri kesayangannya ke Busan untuk bertemu ibunya sebagai hadiah ulang tahun. Perjalanan yang awalnya biasa saja berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup dengan penuh aksi melawan Zombi. Perjalanan mereka juga dipenuhi ketegangan karena bisa siapa saja terinfeksi dan berubah menjadi Zombi. Mampukah Seok-woo mengantar putrinya bertemu dengan Ibunya di Busan?

            Train to Busan akan membawa Sobat Oz melihat kehidupan yang mirip Roller Coaster, bayangkan kita berada di atas Roller Coaster tak bisa melepaskan diri, hanya bisa mengikuti kemana Roller Coaster itu membawa kita, menaiki tanjakan yang terjal lalu turunan yang curam yang bisa kita lakukan hanya mengikuti alur dan berusaha yang terbaik untuk melewatinya hingga sampai di tujuan. Kapan Nulis Oz melihat fakta-fakat dalam film Train to Busan sama dengan Roller Coaster Kehidupan. Apa saja fakta-faktanya, yuk kita ulas bersama-sama.

 

Beradaptasi di setiap kondisi terburuk sekalipun


 
Beradaptasi di segala situasi
Beradaptasi


            Sebagai manusia yang berakal kita dituntut untuk dapat beradaptasi dan menempatkan diri dengan baik dalam masyarakat, apapun kondisinya. Berusaha untuk menyelesaikan masalah dalam situasi apapun. Mencari cara terbaik agar dapat menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Ketika sedang menghadapi cobaan dan masalah yang bertubi-tubi ingatlah bahwa hal itu akan menjadikan kita manusia yang kuat. Dalam film Train to Busan Kapan Nulis Oz menemukan fakta bahwa para penumpang yang berada di dalam kereta mau tidak mau, suka tidak suka mereka harus beradaptasi dalam kondisi tersebut. Jika mereka tidak segera berpikir cara untuk menyelamatkan diri dan orang-orang tercinta mereka akan terinfeksi lalu menjadi zombi. Seok-woo, yang tampak dingin pada orang lain akhirnya mulai memberikan kepercayaan pada Sang-hwa untuk saling membantu dan mengandalkan agar dapat melewati kondisi tersebut.


Hidup itu Pilihan

 

Hidup itu pilihan dalam review train to busan
Hidup itu pilihan

            Dalam hidup tentunya kita akan selalu dihadapkan dengan pilihan. Yakinlah bahwa apapun yang kita pilih adalah yang terbaik, tak perlu disesali jalani dan syukuri keputusan yang telah kita ambil. Dalam film ini Sobat Oz akan melihat adegan di mana para pemerannya membuat pilihan tanpa penyesalan. Meskipun pilihan itu harus mengorbankan diri mereka, namun mereka tampak bahagia dengan pilihan tersebut. Pilihan Sang-hwa untuk menyelamatkan istrinya yang sedang hamil, pilihan Young-gook untuk tetap berada di sisi Jin-hee meski ia sudah terinfeksi, dan pilihan Seok-woo untuk memastikan So-an selamat dari tragedi itu.


Apapun Pilihanmu Pastikan Kamu Bahagia Menjalaninya

 

Jalani pilihanmu dalam review train to busan
Jalani pilihanmu

            Jangan pernah sesali setiap pilihan atau keputusan yang telah kita ambil. Jalani semua keputusan itu dengan rasa syukur, apapun masalah yang mendera Sobat oz pasti akan mampu melewatinya, seberapa besar badai yang menghadang, pasti akan berlalu juga. Semua luka, masalah dan cobaan akan membuat kita semakin kuat. Sama halnya dengan pilihan yang diambil oleh Sang-hwa untuk menyelamatkan istrinya yang sedang hamil ia yakin akan keputusannya dan ia tak pernah menyesalinya. Meski ia tahu Sung- Kyung akan terluka, ada kebaikan untuk istri dan calon anak dalam pilihannya. Lain halnya dengan keputusan Young-gook yang tetap berada di sisi Jin-hee meski ia telah terinfeksi, ia tak menyesal karena sampai akhir ia dapat terus berada di sisi Jin-hee gadis yang ia cintai. Sedangkan Seok-woo tampak bahagia akan keputusannya, meski So-an akan terluka ia yakin putrinya akan menjadi gadis yang kuat. Seok-woo pun taka menyesali pilihannya, malah terdapat semburat kebahagiaan di wajahnya.


Berkorban Demi Mereka yang Kamu Cinta

 

Berkorban demi mereka yang kau cintai
Berkorban

            Setiap pengorbanan yang kita lakukan akan sangat berharga. Untuk menjadi sukses banyak hal yang harus kita korbankan, waktu bermain bersama teman, begadang demi presentasi yang baik, belajar tambahan agar mendapat nilai yang bagus, bekerja keras sampai lembur untuk mendapatkan tambahan supaya bisa menabung, dll. Pengorbanan yang dilakukan Sang-hwa dan Seok-woo bukan tanpa arti, dan bukan keputusan bodoh. Mereka yakin pengorbanan mereka untuk  orang yang mereka cinta sangat berharga. 


Harapan akan selalu ada selagi kita mau berusaha

Harapan akan selalu ada selagi kita berusaha
Harapan

Sobat Oz, jangan menyerah dan putus asa. Sebesar apapun masalah yang datang, cobaan yang menghadang percayalah harapan itu akan selalu ada asalkan mau berusaha. Meski sekecil apapun harapan itu, jika kita yakin maka harapan itu akan menerangi jalan kita yang gelap dan buntu. Semua pilihan dan pengorbanan yang dilakukan Seok-woo demi menyelamatkan putrinya, juga Sang-hwa untuk keselamatan istrinya karena mereka yakin bahwa ada harapan bagi mereka orang yang dicintai untuk selamat.


Roller Coaster kehidupan dan perjalanan dengan kereta menuju Busan sama-sama memberikan kita arti sebuah perjuangan hidup, bahwa untuk menjadi seseorang yang kuat harus melalui proses rintangan dan cobaan yang bertubi-tubi, atau kita harus melewati ratusan zombi untuk bisa selamat. Seperti menaiki Roller Coaster, jalani, lalui dan nikmati setiap tanjakan terjal dan turunan curam yang ada di depan, yakinlah akhirnya kita akan menikmati kebahagiaan dan bersyukur serta berterima kasih atas apa yang telah kita lalui. Dalam film ini, So-an dan Sung Kyung meski mereka harus kehilangan orang-orang yang mereka cintai dan kasihi namun semua itu membuat mereka kuat dan akan terus berjuang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. 


Kelebihan dan kekurangan Film Train to Busan

1. Kelebihan

            Dalam Film Train to Busan ini Sobat Oz akan merasakan ketegangan dalam setiap adegannya. Pada adegan Seok-woo yang berusaha menyelamatkan So-an yang terjebak di kamar mandi kereta saat para Zombi menyerang. Lalu ketika adegan Sang-hwa dan Sung Kyung yang diserang Zombi tidak dibukakan pintu gerbong oleh Seok-woo, ada juga ketika mereka berhenti di stasiun Daejeon untuk bertemu dengan keamanan militer yang ternyata sudah menjadi Zombi, dan yang paling menegangkan ketika Seok-woo, So-an dan Sung Kyung dikejar oleh ratusan Zombi.


 

dikejar zombi train to busan
Sumber : Google.com

            Selain ketegangan, Sobat Oz akan dibuat menangis ketika adegan Sang-hwa yang telah digigit Zombi akhirnya merelakan dirinya jadi santapan Zombi untuk menyelamatkan Seok-woo, So-an dan Sung Kyung istrinya. Lalu saat Seok-woo terinfeksi dan mulai berubah menjadi Zombi, ditambah lagi di saat-saat terakhir ia membayangkan pertama kali menggendong bayi So-an yang mungil dijamin Sobat Oz tidak akan bisa menahan tangis.


2. Kekurangan

            Menurut Kapan Nulis Oz, kekurangannya adalah penyebab dari tragedi yang tidak terlalu jelas, bahwa secara implisit dikatakan tragedi itu bermula dari kebocoran proyek, namun kebocoran apa yang bisa membuat orang berubah menjadi zombi masih menjadi tanda tanya bagi Kapan Nulis, Oz.


Penutup

            Sobat Oz, pastinya sudah tidak asing lagi dengan film Train to Busan. Bagi yang suka dengan film bertema mayat hidup, dengan adegan action serta thriller yang membuat bulu tengkukmu berdiri Train to Busan tentunya Kapan Nulis Oz rekomendasikan untuk ditonton. Bagi Sobat Oz yang ingin mencari ulasan Film Kapan Nulis Oz ada rekomendasi website dengan ulasan film yang keren dan kece-kece loh yaitu Baca Terus. Ada ulasan film dan drama korea juga, jadi tunggu apa lagi kunjungi website ya...


Nah, itulah ulasan Train to Busan, Roller Coaster Kehidupan dari Kapan Nulis Oz? Meski film ini rilis pada tahun 2016 tapi masih seru loh ditonton di tahun 2021. Ingin merasakan naik Roller Coaster kehidupan? Tonton Train to Busan rasakan sensasi dikejar zombi yang akan membuat jantungmu berdebar hingga akhir cerita!  


Mairoza HR
Eoseo Osibsio Selamat Datang di Blog Kapan Nulis, Oz? Dalam blog ini Sobat, Oz akan mendapatkan informasi tentang aneka Review, tips dan trik, tutorial dan beberapa pikiran receh saya lainnya. Saya adalah seorang Ibu Rumah tangga yang nyambi jadi Guru Bahasa Inggris, blogger dan soon to be a youtuber. Ingin Kerjasama? Silahkan kontak email saya ya...

Related Posts

1 komentar

  1. Aku nonton ini deg2an parab sih wkwk. Dan dah berulang kali diputer tetap aja aku tonton karena katanya lifetime bgt serunya ;) keren mba

    BalasHapus

Posting Komentar