header kapan nulis oz

4 Fakta R Palupi yang Menginspirasi

Konten [Tampil]

Mengenal Lebih Dekat R. Palupi

1. Tak kenal Maka Tak Sayang, Mari Berkenalan.

  

gambar ini memberikan ilustrasi terhadap sebuah pepatah tak kenal maka tak sayang
Kapan Nulis, Oz? : Tak Kenal Maka Tak Sayang

Pernah dengar pepatah itu? Tentu tahu maksudnya kan? Nah, saya akan mengulik beberapa fakta R. Palupi yang menginspirasi. Sebelumnya saya ceritakan dulu awal mula pertemuan kami yang masih seumur jagung ini ya. Setelah dinyatakan lulus seleksi Blogspedia Coaching for Newbie, maka kami dikumpulkan dalam satu grup Whatsapp. Hampir tiga minggu lamanya kami berinteraksi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan seperti, menyimak materi dua kali seminggu, membuat tugas dan menyerahkannya di google classroom, dan blogwalking ke blog peserta lain. Hingga akhirnya pada minggu ketiga, kami diberikan tugas yang cukup menarik dan menantang yaitu memilih partner dan saling berpasangan dua orang. Setelah mendapatkan pasangan kami diminta untuk mewawancarai partner tentang blog dan hal-hal yang berkaitan dengan blog. Lalu membuat tulisan tentang profil partner dan menerapkan materi yang sudah kami terima.

    

    Berhubung saya tidak pemilih masalah partner tugas kali ini, saya memilih pasangan bermodalkan harapan "Semoga ada yang mau mengisi list dan berpasangan dengan saya". Setelah saya mengisi list yang sudah diisi dengan beberapa pasangan sebelumnya, beberapa menit kemudian saya melihat notifikasi dan seseorang menuliskan namanya tepat di sebelah nama saya "Palupi". "Fix mbak ini pasangan saya," ujar saya dalam hati.


Selasa pagi, 22 Juni 2019 pukul 07.31 Wib mbak Lupi pertama kali mengirimkan pesan pribadi melalui Whatsapp. Sambil berkenalan Mbak Lupi mengajak mengobrol tentang tugas kami namun karena saya harus memberikan remedial untuk siswa dan siswi, maka obrolan kami terpaksa ditunda hingga saya pulang sekolah pada pukul 14.00 Wib.


Tak kenal maka tak sayang, maka siang itu kami saling memberi dan menjawab pertanyaan. Namun, percakapan kami kembali terhenti ketika anaknya terbangun dan mbak Lupi meminta izin untuk mengurus anaknya dulu. Untuk memuaskan rasa penasaran ini, maka saya mencari jejak beliau melalui tulisannya di blog dengan judul Your Cozy Corner | It's Time to Take a Break, dari judul ini saya dapat menyimpulkan bahwa blog ini berisi hal-hal yang menyenangkan, yang bisa melepas penat pikiran mbak Lupi dari aktivitas sehari-hari. Setelah scrolling di blog beliau saya menemukan sebuah artikel yang cukup menarik tentang dirinya dan blog. Pada artikel tersebut dijabarkanlah alasan Mbak Lupi nge-blog dan cara beliau membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan kegiatan nge-blog. Dari percakapan Whatsapp dan tulisan mbak Lupi saya menemukan beberapa fakta R. Palupi yang Menginspirasi. Penasaran? Mari kita kulik!

    

    a. Annyeong Yorobun, Naneun Ratnaning Palupi Imnida!

   

gambar ini memberikan ilustrasi tentnag perkenalan seorang R. Palupi
Kapan Nulis, Oz?: Perkenalan

    Eits, judul diatas hanyalah pemanis ya bukan berarti mbak Lupi ini ada keturunan Korea, tapi yang suka drama korea itu saya *halah, malah curhat. Nama lengkapnya Ratnaning Palupi, setelah bekerja dan menikah ia biasa dipanggil Bu Palupi atau mbak Palupi namun ketika masih single ia biasa dipanggil Ratna atau Nana. Saat ini ia sudah menikah dan punya dua anak yang sedang lucu-lucunya. Anak pertamanya berjenis kelamin perempuan bernama Haya yang berusia tiga tahun, sedangkan anak keduanya berjenis kelamin laki-laki bernama Ihya dan berusia satu tahun.

    

    Hal yang membuat saya takjub pada mbak Lupi, ia merupakan lulusan S1 dari Universitas Airlangga pada tahun 2009 kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 ke ITB pada tahun 2014. Mbak lupi ini lulusan Magister Matematika loh, selain itu ia juga pernah menjadi content writer di beberapa majalan online seperti IDNTimes, Fimela dan My Baby Momversity. Keren sekali bukan? Gimana caranya bisa jadi content writer tuh mbak? Mau dong tipsnya. 

    

    b. The Journey

   

gambar ini memberikan ilustrasi perjalanan ngeblog mbak R. Palupi
Kapan Nulis, Oz? : The Journey

    Awal mula mbak Lupi ng-blog adalah ketika ia masih kuliah S1 pada tahun 2009. Ia mengetahui salah satu teman kuliahnya memiliki blog, dan menurutnya memiliki sebuah blog adalah sebuah trend yang harus ia ikuti pada saat itu. Maka ia mulai nge-blog, tapi karena niat awalnya kurang kuat hanya mengikuti trend saja akhirnya ia meninggalkan blog, lalu membuat blog lagi kemudian meninggalkan lagi. Hingga pada tahun 2018 ia kembali nge-blog karena anak pertamanya Haya sakit, sebagai ibu baru dan baru pindah ke kota tersebut ia cukup kebingungan untuk mencari rekomendasi dokter. Ia pun menemukan seorang dokter bernama Bambang melalui sebuah review. Hal inilah yang membuat mbak Lupi semangat nge-blog lagi dengan tujuan untuk berbagi. Kegiatan nge-blognya kembali mandeg dan mati suri selama dua tahun. Sekitar awal maret 2020 ia kembali aktif menulis, agar ia semangat menulis Mbak Lupi mencoba mengikuti beberapa tantangan menulis namun setelah melahirkan anak keduanya ia istirahat beberapa bulan. Setelah istirahat ia kembali menulis hingga akhirnya ia mengikuti Blogspedia coaching for Newbie dan mulai  menambah referensi tips blogger Pemula Naik Level dengan Materi Blogging, Passion, Skill and Consistency supaya lebih mantap tekad untuk bloggingnya. 

    

2. 4 Fakta R. Palupi yang Menginspirasi

 

gambar ini memberikan ilustrasi mengenai 4 fakta R. Palupi yang menginspirasi

foto pribadi mbak Lupi yang diberi sedikit sentuhan editan dari Oz

  

a. Momblogger, Supermom dan Dosen Matematika

    Sebagai supermom yang memiliki anak dua, ia juga seorang momblogger dan dosen matematika, bagi teman-teman yang ingin belajar matematika aljabar boleh mengunjungi youtube-nya. Bisa dibayangkan ya betapa sibuk rutinitasnya. Saya yang hanya seorang istri dan guru juga blogger wannabe masih kelimpungan mencuri-curi waktu untuk menulis, namun, mbak Lupi masih memiliki tekad yang besar untuk belajar hal-hal baru.

    

    Sebagai seorang ibu dengan dua anak tentu prioritas untuk tetap berbagi melalui tulisannya harus ia atur sedemikian rupa, belum lagi mbak Lupi harus mengajar sebagai dosen. Akan tetapi situasi Pandemi membuat ia sangat bersyukur karena bisa Bekerja dari rumah. Tetap bisa mengajar, mengasuh kedua buah hatinya tercinta juga kegiatan nge-blog.

    

    Saya selalu dibuat kagum dengan pencapaian yang pernah ia raih dalam dunia kepenulisan, seperti sebelumnya saya sempat menyebutkan bahwa mbak Lupi menjadi salah satu content wtriter di IDNTimes dengan menerbitkan 10 artikel, 2 artikel yang terbit di Fimela pada tahun 2020 dan 16 artikel di My Baby Momversity pada tahun yang sama. Masya Allah, sampai saat ini saya masih berdecak kagum atas prestasi mbak Lupi. Panutan sekali.

 

gambar ini memberikan ilustrasi terhadap beberapa karya artikel tulisan mbak lupi
foto SS artikel tulisan R. Palupi yang diedit

   

b. Menulis untuk memberikan manfaat

    

    Menulis memang sebuah kemewahan tersendiri bagi seorang ibu dengan dua anak, apalagi tiga, empat. Membayangkannya saja membuat saya masih tidak percaya ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk menulis ditengah kesibukannya. Bagaimana mbak Lupi mengatur waktu? Tentunya setelah urusan domestik, kegiatan mengajar dan kedua malaikat kecilnya terlelap. Barulah ia akan mulai menyiapkan semangat yang datang dari sebuah tekad untuk menebar manfaat. Bagi mbak Lupi dengan menulis bisa menjadi amal soleh dan membuatnya lebih produktif dan bermanfaat even if it's just a random note. Salut deh sama mbak Lupi, semoga semangat berbaginya bisa nular ke saya dan teman-teman yang baca ya.

    

c. Novelis Wannabe


    Fakta menarik lainnya dari mbak Lupi ini adalah ia ingin menjadi seorang Novelis, yaitu menerbitkan sebuah buku solo karena menurutnya selama ini ia hanya menerbitkan beberapa buku antologi. Sayangnya, keinginan mbak Lupi harus ditunda dalam beberapa waktu karena ia mengaku masih sangat sibuk dan belum memungkinkan dalam waktu dekat bisa menerbitkan sebuah buku. Yuk, kita doakan semoga impiannya bisa segera terwujud ya teman-teman. Amin.

    

d. Kekuatannya adalah tak pernah berhenti belajar


    Dari awal mbak Lupi sering mengungkapkan bahwa ia kesulitan untuk tetap konsisten nge-blog dan menulis. Terbukti dari beberapa kali ia berhenti nge-blog dan kemudian memulai dari awal lagi, lalu berhenti dan memulai lagi. Saya yakin konsisten ini masih menjadi PR yang cukup sulit untuk ditaklukkan, jika kita tidak gigih dan memiliki tekad yang kuat untuk terus belajar dan menemukan solusi terbaik bagi diri kita. Ya, memang harus kita sendiri yang harus menemukan alasan blogging dan tips agar istiqomah. Saya melihat mbak Lupi ini adalah sosok yang pantang menyerah dan mau belajar. Meski harus berulang kali up and down dalam nge-blog dan menulis ia tak pernah berhenti untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik. Tak peduli seberapa sering kamu mengulang dari awal, hal yang paling penting adalah kamu tak pernah berhenti. Jika menurut mbak Lupi ketidak konsistenannya adalah sebuah kelemahan, menurut saya itu adalah sebuah kekuatan untuk tak pernah berhenti belajar dan terus memperbaiki kualitas diri.

    

    Nah, teman-teman bagaimana fakta R. Palupi yang menginspirasi ini? Tentunya belajar itu tidak harus melalui buku, namun bisa juga melalui orang-orang yang ada di sekitar kita seperti saya yang belajar dari Mbak Lupi tentang terus berbagi untuk memberikan manfaat even if it's just a random note. Tidak ada kata terlambat lagi untuk belajar ya teman-teman. salam tebar manfaat.

Mairoza HR
Eoseo Osibsio Selamat Datang di Blog Kapan Nulis, Oz? Dalam blog ini Sobat, Oz akan mendapatkan informasi tentang aneka Review, tips dan trik, tutorial dan beberapa pikiran receh saya lainnya. Saya adalah seorang Ibu Rumah tangga yang nyambi jadi Guru Bahasa Inggris, blogger dan soon to be a youtuber. Ingin Kerjasama? Silahkan kontak email saya ya...

Related Posts

10 komentar

  1. Wah keten sekali sosok mbak Palupi ini. Sukses selalu mbak palupi dan author...

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah, setuju sama mbaknya... Terima kasih sudah mampir

      Hapus
  2. Wah, mbak palupi antimaainstream ya. Di saat yang lain menghindari matematika justru dia s2 matematika ples jadi dosen wkwkwk. Semoga novelnya lekas selesai ya mba ;)

    Sukses terus untuk kalian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga pas kelas MTK suka bolos... Mbak Lupi pasti rajin masuk mapel MTK nih....

      Hapus
    2. Makasih sudah mampir mbak Nur

      Hapus
  3. Mbaaak, dengan referensi dari aku yg cuma sedikit tapi pengembangannya bagus dan lengkap bangettt. Aaahhh makasih mbaaakkk 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Informasi yang mbak Lupi kasih cukup kok, kan aku tinggal baca di blognya. Aku juga makasih ya mbak sudah buatkan profil tentang aku 😢

      Hapus
  4. Masya Allah kontributor IDN times juga. Aku juga nulis fi tahun 2019 tapi mandeg hehehr..

    Keren2 ini para akademisi semangatnya. Di tengah kesibukan masih menyempatkan di dunia kepenulisan.. tos lah y mbak. Sebagai orang eksak yg terjun ke dunia merangkai kata hehehe

    Kak Ox asyik deh bikin caption pict nya eh hehehe khas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku selalu iri dengan orang eksak yang jago nulis... Bakalan serang main ke blog kalian lah ini mah 😍

      Makasih sudah mampir ya mbak...


      Heheheh... Typo tu emang suka ngeselin.

      Hapus
  5. Kak Oz maksudnyam duh nih typo gak ketulungan deh

    BalasHapus

Posting Komentar